Printer 3D yang Mampu Merancang Pembuatan Senapan Api – Senapan api merupakan sebuah senjata yang tidak boleh dimiliki oleh sembarang orang. Senjata yang mematikan ini dapat disalah gunakan oleh pihak-pihak tertentu dan merugikan banyak orang. Karena itulah, hanya pihak yang telah ditunjuk oleh pemerintahlah yang memiliki hak untuk membuat senapan api beserta dengan spare partnya. Dengan berkembangnya teknologi, pembuatan senapan api dapat dilakukan dengan mudah. Meskipun begitu, perkembangan teknologi ternyata dapat memberikan efek negatif yang merugikan. Salah satu penyalahgunaan teknologi yang merugikan adalah pemanfaatan printer 3D dalam pembuatan senapan api. Defense Distributed merupakan sebuah kelompok yang berhasil merancang senapan api dengan menggunakan printer 3D. Hal ini tentunya sangat membahayakan jika produksi senapan api dilakukan dengan tujuan yang tidak baik.

Pembuatan senjata api dengan teknologi printer 3D telah melalui percobaan berulang kali. Defense Distributed bahkan menghabiskan waktu bertahun-tahun agar perakitan dan pembuatan senjata api dengan memanfaatkan printer 3D dapat berjalan dengan semestinya. Dalam melakukan percobaanya, Defense Distributed mencetak lapisan plastik ABS. Lapisan plastik ini nantinya akan diubah menjadi material yang padat. Untuk merakit satu buah senapan api dengan menggunakan printer 3D, dana yang dibutuhkan sekitar Rp. 97 juta. Dapat dilihat seberapa besar dana yang harus dihabiskan Defense Distributed agar mendapatan senapan api yang sempurna. Menurut berita yang pernah dirilis sebelumnya, Defense Distributed berhasil melakukan uji tembakan untuk pertama kalinya pada bulan Mei 2013. Uji coba yang sukses tersebut diharapkan mampu meningkatkan industri manufaktur kelak.

Tidak hanya Defense Distributed, pembuatan senapan api dengan printer 3D juga dilakukan oleh Solid Concepts. Perusahaan ini mengklaim bahwa senapan api yang mereka produksi merupakan senjata api yang legal. Perusahaan kongbet menyatakan bahwa perusahaannya telah mengantongi izin dari pihak yang bersangkutan. Liberator sendiri menjadi nama senapan api yang berhasil dibuat oleh Solid Concepts. Senapan api ini merupakan hasil pengembangan dari pistol otomatis 1911. Jika diperhatikan mengenai cara pembuatan senapan ini, Solid Concepts menjelaskan bahwa perusahaan membuatnya dengan memanfaatkan teknologi laser sintering. Teknologi tersebut dapat mengubah bentuk serbuk besi menjadi lebih padat.

Kemampuan senapan api Liberator cukup dapat diandalkan, Di dalam uji coba, senapan api ini dapat memuntahkan 50 amunisi dengan baik dan lancar. Dengan teknologi ini pula, pembuatan spare part dapat dilakukan dengan lebih mudah. Teknologi hanya dapat diberikan kepada mereka yang telah mendapatkan sertifikasi kepemilikan senjata.

Meskipun produksi senapan api dengan menggunakan printer 3D telah mendapatkan izin dari pemerintahan setempat, pembuatan senjata api dengan teknologi ini belum dapat diterima dengan baik oleh pihak-pihak tertentu. Ada banyak pihak yang khawatir akan teknologi yang dimiliki oleh printer 3D. Karena dapat dengan mudah didapatkan, kepemilikan senapan api tentunya dapat berjalan dengan mudah. Mereka yang tidak bertanggung jawab dapat dengan mudah mendapatkan senjata yang cukup mematikan ini. Tak mengherankan jika pemerintah setempat akan melakukan pemantauan akan teknologi pembuatan senapan api dan spare part melalui printer 3D. Untuk mencegah dampak yang tidak diinginkan, pembuatan senapan api dengan teknologi printer 3D mendapatkan perhatian penuh dari pemerintah. Pemerintah Amerika bahkan telah menyiapkan tim khusus untuk melakukan pemantauan terhadap penggunaan printer 3D dalam pembuatan spare part dan senapan api. Karena itulah, pemilik printer 3D diharapkan tidak menyalahgunakan teknologi printer 3D hanya untuk memenuhi kepentingan pribadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!