Produsen Senapan Api Paling Terkenal di Dunia

Dunia militer dan sipil sangat erat kaitannya dengan senapan api. Sebab alat tersebut merupakan media untuk memudahkan mereka dalam menegakkan keadilan. Tanpanya, akan ada banyak tindak kriminal yang makin menjadi – jadi. Pada akhirnya timbul perusahaan ternama yang sukses menciptakan senjata api mulai dari Pistol, Shotgun, Kaliber dan jenis lainnya.

Pada kesempatan terbaik ini kami telah memiliki beberapa produsen senapan api yang paling terkenal di seluruh penjuru dunia. Hingga kini jasa dan produksi mereka masih tetap diabadikan oleh sejumlah negara. Penasaran tentang produsen tersebut Di bawah ini telah kami rangkum berdasarkan beberapa sumber terpercaya, di antaranya;

  1. PT Pindad – Indonesia
    Produsen senapan api yang pertama ini mungkin sudah tidak asing lagi bagi Anda. PT Pindad (Persero) merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia. Perusahaan tersebut menjadi produsen berbagai macam kebutuhan militer mulai dari senjata, amunisi hingga kendaraan militer. Di awal tahun 1808, Gubernur Jenderal Belanda, William Herman Daendels yang memiliki kekuasaan penuh di Indonesia mendirikan kebutuhan persenjataan militer bernama Contructie Winkel (CW) di Surabaya. Dalam produksinya, perusahaan tersebut sukses menghadirkan jenis senapan tipe SS 1, SS 2, dan SPR 3.
  2. Smith and Wesson – Amerika Serikat
    Yang berikutnya adalah Smith & Wesson (S & W). Ini merupakan pabrikan persenjataan api terbesar dan terbaik di Amerika Serikat. Kantor pusat perusahaan tersebut terletak di Springfield, Massachusetts, USA. Horace Smith dan Daniel B. Wesson merupakan pendiri perusahaan tersebut pada tahun 1852. Pada masa itu, Smith & Wesson dikenal sebagai salah satu pabrikan yang sukses menciptakan pistol terbaik dunia. Uniknya, pistol tersebut semi otomatis. Tak hanya senjata, S & W juga berhasil mendirikan sejumlah amunisi.
  3. Beretta – Italia
    Produsen senjata api terkenal ketiga ini yaitu Fabbrica d’Armi Pietro Beretta atau dikenal dengan sebutan Berreta. Pabrikan yang satu ini berada di Italia. Sejumlah senjata yang diciptakan Beretta kerap digunakan di berbagai negara sebagai keperluan militer, penegakan hukum hingga keperluan sipil. Mereka telah menciptakan senjata yang tidak dapat disadap oleh negara lain seperti laras Arquebus. Akan tetapi produk terbaik yang hingga kini masih melegenda yaitu pistol Beretta 92 FS.
  4. Colt – Amerika Serikat
    Pabrikan terkenal yang keempat adalah Colt’s Manufacturing Company. Manufaktur senjata api ini berasal dari Amerika Serikat yang didirikan pertama kali oleh Samuel Colt pada 1855. Colt merupakan penemu senjata terkenal yang hingga kini masih dikenang. Ia memulai karir dalam perakitan senapan api sejak berusia 13 tahun dan meluncurkan ciptaan pertamanya bernama Colt Revolver pada 1836. Beberapa tahun kemudian Ia mendirikan perusahan Colt’s Manufacturing Company. Senjata yang paling terkenal hingga kini yaitu Colt model 1911, M16 dan M4 carbine.
  5. Glock – Austria
    Dan produsen senjata api terakhir yakni Glock Ges.m.b.H (Glock). Gaston Glock merupakan pendiri perusahaan tersebut di Austria pada tahun 1963. Lokasi produsen tersebut terletak di Deutsch-Wagram, Austria. Dalam sejarahnya terdapat puluhan pistol yang telah diciptakan. Akan tetapi produk yang paling laris dan sering digunakan kebutuhan standar polisi dunia dan beberapa perusahaan besar agen SBOBET juga melengkapi para petugas nya menggunakan Glock 17.

Kelima produsen senjata api di atas masih tetap abadi hingga kini. Walaupun telah banyak muncul pabrikan baru, namun tak satu pun dari mereka mampu menciptakan inovasi dan revolusi terbaru dari senjata lama.

Teknologi Baru, Printer 3D Kerap Dimanfaatkan Untuk Senapan Api
Koleksi

Teknologi Baru, Printer 3D Kerap Dimanfaatkan Untuk Senapan Api

Kemunculan teknologi telah berdampak banyak hal bagi umat manusia. Telah banyak sisi negatif dan positif dari hal tersebut. Salah satu contoh yaitu Printer 3D yang dimanfaatkan untuk merancang senapan api. Telah diketahui bahwa jaringan berjuluk Defense Distributed sukses meluncurkan senjata api pertama di dunia yang memanfaatkan Printer 3D.

Seperti yang dilaporkan Forbes, pimpinan Defense Distribute, Cody Wilson mengatakan bahwa Printer 3D merupakan suatu perangkat keras yang nantinya berbuah suatu ladang bisnis di era baru. Ia pun menambahkan, semua kalangan bisa saja mencetak dan menciptakan perangkat mematikan tersebut. Sekalipun terlihat menakutkan, namun hal tersebut sangat berarti sebagai persenjataan pribadi atau pihak kepolisian setempat.
Bertahun – tahun lamanya Defense Distributed mengidentifikasi hingga meracik senjata api dari Printer 3D. Telah banyak percobaan yang mereka lakukan. Hingga akhirnya mereka menemukan terobosan baru dengan cara menciptakan berbagai lapisan jenis ABS dan mengkonversinya menjadi material padat. Sementara biaya yang telah mereka habiskan untuk membuat pistol berbasis Printer 3D yaitu sekitar 8.000 Dollar AS atau setara Rp 97.000.000.

Masa Depan Bagi Industri Manufaktur
Menurut laporan BBC, Defense Distributed berhasil melakukan uji coba pertama kali di Austin, Texas, Amerika Serikat pada Mei 2013. Berbekal pengalaman, mereka pun menilai bahwa keberhasilan tersebut akan menjadi masa depan yang baik bagi industri manufaktur.
Wilson mengungkapkan bahwa hal yang dilakukan tersebut tentu sangat mengundang resiko. Sementara itu, pistol yang Ia ciptakan juga berguna untuk persenjataan masing – masing negara.
“Saya rasa semua orang berhak memiliki senapan api sebagai bekal pribadi. Karena adanya teknologi yang semakin hari semakin canggih, mereka pasti mampu memilikinya. Namun dalam kondisi hukum, tidak semua orang boleh menggunakan atau memilikinya,” tegas Wilson.

Sangat Legal
Tak serupa Defense Distributed, adapun perusahan lain bernama Solid Concepts yang menerangkan bahwa penggunaan senjata api berbasis Printer 3D sangat legal. Sebab teknologi tersebut memiliki legalitas yang sah dalam segi pembuatannya. Mereka sukses menciptakan salah satunya senjata yang berjuluk Liberator. Senjata ini mereka adopsi dari salah satu varian pistol tipe 1911.
VP of Marketing Solid Concepts, Scott McGowan menyebut, senjata tersebut tidak hanya memanfaatkan Printer 3D, melainkan menggunakan teknologi laser sintering yang fungsinya merubah serbuk besi menjadi lebih padat. Hingga kini, mereka telah dilaporkan melakukan percobaan penembahan lebih dari 50 peluru.
McGowan bahwa teknologi yang satu ini mampu mendorong para perakit senjata untuk menciptakan spare part yang sulit diproduksi. Tentunya alat tersebut dikhususkan untuk beberapa manufaktur persenjataan yang berkualifikasi dan bersertifikasi.

Sebabkan Resiko
Walaupun teknologi Printer 3D telah memiliki ijin resmi dari pihak terkait. Namun Badang Legislatif Amerika Serikat menerangkan bahwa alat tersebut akan menyebabkan resiko. Terlebih jika digunakan oleh orang sembarangan.
Kekhawatiran itu menarik perhatian Europol Cybercrime Centre, Victoria Baines. Ia mengatakan bahwa sejumlah pihak penegak hukum di Eropa mulai melakukan pemantauan khusus terkait kemunculan teknologi tersebut.
“Pengaruh teknologi sangat berdampak buruk, terlebih pada mereka yang sangat piawai dalam mengutak – atik dunia komputerisasi. Apabila digunakan tidak sesuai prosedur, maka hal itu akan menimbulkan korban jiwa,” seru Baines.
Demi mengatasi resiko yg tidak diinginkan, sejumlah lembaga penegak hukum di seluruh dunia tengah meluncurkan sejumlah tim khusus untuk melakukan pengawasan terhadap produksi, spare part, jenis cybercrime hingga pemanfaatan teknologi Printer 3D.